Air Mata Suami dalam sebuah Karya Puisi untuk Suami yang Pendiam

Persembahan puisi bagi sang suami. Suami merupakan kepala keluarga yang memiliki sikap dan sifat yang tak kalah uniknya dengan seorang istri. Beberapa sikap dan sifat seorang suami yang pendiam saya curahkan dalam puisi ini. Bukan sebagai kata kata kekecewaan seorang suami. Bukan pula sebagai air mata suami. Tetapi sebagai ajang berkarya dalam sebuah puisi bertema keluarga. Seorang suami pasti pernah kecewa dan sedih. Karena suami juga manusia biasa. Sehingga DIAM merupakan pilihan seorang suami. Air Mata Suami yang tak bisa dilihat dengan mata.

Suami yang pendiam bukan berarti mereka lemah. Untuk itu puisi pertama ini saya persembahkan kepada suami dengan judul "Suami yang Pendiam". Ungkapan perasaan terhadap suami yang mengedepankan tingkat laku diamnya.

puisi-Air-Mata-Suami

Suami yang Pendiam

Karya : Rifqi Guru

Suami....
Engkau adalah lokomotif keluarga
Engkau adalah kekasih istrimu
Engkaulah yang menerangi rumahmu

Diam seorang suami
Air mata suami yang tak terlihat
Bertahan demi sang Anak
Bertahan demi masa depan anak

Diam tanpa kata
Bukan berarti tak pernah berucap
Diam tak berarti sunyi dan sepi
Tapi diam adalah kedamaian dan ketentraman

Haruskan engkau tetap diam?
Haruskan engkau tetap dalam kenyamanmu?
Ataukah engkau akan berubah?
Atau engkau akan tetap di tempatmu sekarang.

Kediamanmu ....
Membuat istri dan anakmu bingung
Membuat suasana hampa tanpa angin
Membuat dedauan tak bisa melambai

Apa yang kau pikirkan
Apa yang kau pendam
Ceritakanlah segala yang kau pendam
Jangan biarkan diam bertahta dalam dirimu

Semoga diammu itu emas
Diammu itu penuh doa
Dan diammu itu penuh makna
Sehingga kami tetap terjaga oleh dirimu.

Demikianlah puisi bertema keluarga tentang suami yang pendiam. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel