Mengenal Tokoh Punakawan, Nama, Watak, Filosofi, dan Urutannya - Rifqi Guru -->

Mengenal Tokoh Punakawan, Nama, Watak, Filosofi, dan Urutannya

Mengenal Tokoh Punakawan dalam pewayangan disertai dengan nama, watak, filosofi, dan urutannya menjadi sajian pelengkap dalam artikel yang disajikan oleh admin rifqi guru ini. Kami juga melengkapi dengan berbagai gambar tokoh punakawan di masing-masing kisahnya.

Mengenal Tokoh Punakawan Semar

gambar-wayang-punakawan-semar

Nama lain Semar Ki Lurah Badranaya. Nayantaka, Sanronsari, Duda Manang Munung, Juru Dyah Puntaprasanta, Janggan Asmarasanta, Wong Boga Sampir, Bojagati, Ismaya. Pedukuhannya di Karang Kadempel.

Semar diturunkan oleh Sang Hyang Tunggal. Saudaranya antara lain Sang Hyang Guru, (Batara Manikmaya), dan Togog (Batara Antaga). Istrinya bernama Dewi Kanastren (Bidadari). Anaknya bernama Nala Gareng, Petruk, dan Bagong.

Menurut cerita, Semar sebenarnya adalah Dewa yang sering dikenal dengan nama Sang Hyang Ismaya, yang memang dengan sengaja telah diturunkan oleh Hyang Tunggal untuk menyamar ke dunia ini dengan berbagai macam tugas. Diantaranya adalah menjaga ketentraman dunia, untuk membela kebenaran, dan menegakkan keadilan. Semar juga mengasuh dan membimbing keturunan para dewa sejak zaman Prabu Pakukuhan sampai cucu Prabu Parikesit. Semar beserta anak-anaknya adalah PANAKAWAN yang artinya (pana=cerdik, jelas, cermat, dan pengamatan), kawan = teman.
Semar adalah teman cerdik dan cermat sekali sebagai pamong terpercaya. Semar adalah sosok wayang yang selalu memerankan sebagai abdi yang taat kepada sang kesatria. Dan terkenal dengan budinya yang luhur. Selalu ditampilkan dengan kesatria yang selalu dalam kondisi sengsara dan diterpa berbagai macam cobaan dalam hidupnya. Disinilah wayang semar yang menjadi orang yang dituakan selalu memberikan nasihat yang membuat para ksatria tetap istiqomah dalam menghadapi ujiannya.

Fungsi Semar sebagai Pamong :

  1. Sebagai penasehat atau cahaya tuntunan pada waktu seorang kesatria dalam kegelapan,
  2. Sebagai pemberi semangat pada waktu seorang kesatria dalam keadaan putus asa,
  3. Sebagai penyelamat pada waktu seorang kesatria dalam keadaan bahaya,
  4. Sebagai pencegah pada waktu seorang kesatria dalam amukan hawa nafsu,
  5. Sebagai teman, penyembuh, penghibur kesatria, dan kesusahan.


Mengenal Tokoh Punakawan Nala Gareng


gambar-wayang-punakawan-gareng

Nala gareng memiliki nama lain Pancalpanor, Pegatwaja, Cokrowongso. Nala Gareng berarti hati yang kering. Pancalpanor berarti yang menolak atau lepas dari semua yang gemerlap. Pegatwaja berarti putus giginya.  Tempat Karang Pecukilan. Ayahnya bernama Semar (Gareng berasal dari anak Gandarwa kemudian diakui anak oleh semar). Anak Nala Gareng bernama Dewi Nilawati.

Nala Gareng adalah panakawan yang mempunyai hati yang bersih dengan tanda-tanda  matanya juling yang mempunyai arti ia tidak suka mengambil, menginginkan barang yang bukan miliknya. Dan tidak suka melirik barang orang lain. Bentuk tangannya berliku-liku dan ceko sebagai perwujudan kebersihan jiwanya yang tidak senang mengambil barang milik orang lain.

Bentuk kakinya yang gejik (bengkok ke bawah)  artinya ia selalu bersikap dan bertindak hati-hati/waspada dalam setiap langkah dan tindakannya. Dalam kehidupannya ia selalu mengabdikan dirinya kepada para kesatria yang berbudi luhur yang selalu membela menegakka kebenaran dan keadilan, misalnya: Prabu Harjunasasra, Prabu Rama, dan Para Pandawa. Nala Gareng sebagai abdi para kesatria pandai melawak, lucu, menghibur kesatria (tuannya) yang sedang sudah.

Nala Gareng pernah menjadi raja di negara Parang Gumewang yang bernama Prabu Pandu Bergolamanik yang akhirnya dapat dikalahkan oleh saudaranya Petruk dan Bagong.


Mengenal Tokoh Punakawan Petruk



Nama lain Petruk adalah Kantong Belong (Kanthongbolong jw). Kanthong artinya yang berlubang lepas. Suragendela, artinya berani gila-gilaan. Kebodebleng artinya seperti kerbau tolol. Tempat Karanggembolotan.

Ayah petruk bernama Semar. Petruk berasal dari anak Gandarwa, yang kemudian diakui anak oleh Semar. Anak Petruk bernama Lengkung Kusuma.

Petruk adalah Panakawan yang mengabdikan dirinya kepada para kesatria yang berbudi luhur membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan serta membasmi angkara murka.
Petruk suka tersenyum bersifat Jenaka, pandai melawak, menyanyi, menari, dan ia paling menonjol untuk menghibur kesatria (tuannya) yang sedang susah, maka Petruk sangat disayangi bendaranya (tuannya).

Petruk mempunyai bentuk badan yang serba lebih, tangan panjang, kaki panjang, perut buncit, diartikan sebagai orang yang serba kamot momot dapat menerima ilmu yang baik.
Petruk pernah menjadi Raja di Rancang Kencana bernama Prabu Durgunadur atau Prabu Belgeduwelbeh Thongthongsot, dan juga pernah menjadi pendeta di pertapaan Kembangsore bernama Begawan Drewala.

Mengenal Tokoh Punakawan Bagong


gambar-wayang-punakawan-bagong

Bagong mempunyai nama lain Bawor,  Cepot. Nama ayahnya Semar. Bagong adalah anak termuda Semar. Asal kejadian bayangan Semar.

Menurut cerita, pada waktu Semar mendapat titah dari Hyang Tunggal untuk ke dunia dan bertugas menjadi pengasuh dan pamong satria utama, ia minta diberi teman, maka bersabdalah Sang Hyang Tunggal, bahwa temannya adalah bayangan sendiri, bayangan itu kemudian berubah menjadi manusia, dan diberi nama Bagong.

Bagong yang artinya bergerak dengan mengambil gerak bayangan Semar. Bagong seperti saudaranya  yang lain adalah panakawan yang mengabdi kepada satria yang berbudi luhur, membela kebenaran, dan keadilan, dan membasmi angkara murka yang ada di permukaan bumi.

Mempunyai sifat nakal dan lucu, tetapi cerdik sehingga selalu dekat dengan tuannya. Bentuk wayang bagong bermacam-macam. Ada yang besar, ada yang kecil, mempunyai suara besar, dan terdengar kendor di leher.

Mempunyai wanda gembor, gilut ngrengkel. Keterangan menurut gagrag Banyumasan, Bagong atau Bawor adalah anak tertua dari Semar.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel