Inilah beberapa alasan mengapa GTT atau GWB masih dipandang sebelah mata - Rifqi Guru

Inilah beberapa alasan mengapa GTT atau GWB masih dipandang sebelah mata

GTT adalah Guru Tidak Tetap. GWB adalah Guru Wiyata Bhakti. GTT dan GWB secara umum memiliki pengertian yang sama. Yaitu seorang guru yang mengabdikan atau mendedikasikan dirinya untuk bekerja dan bertugas di sekolah negeri atau sekolah swasta. Pada dasarnya seorang guru GTT atau GWB ini seperti bekerja magang di suatu sekolahan. Tugas, kewajiban, dan hak seorang GTT dan GWB pun bermacam-macam, tergantung kebijaksanaan dari pemangku kepentingan di sekolahan. Baik komite sekolah, kepala sekolah, atau guru staf karyawan di sekolah tersebut.

Sejak tahun 2015, keberadaan GTT dan GWB sirna dari dunia pendidikan di seluruh Indonesia. Karena adanya kebijakan pemerintah yang melarang kepala sekolah untuk mengangkat GTT dan GWB di satuan pendidikan mereka. Walaupun ini berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada di sekolahan. Untuk mengantisipasi  hal tersebut, beberapa kepala sekolah ada yang mengambil kebijakan lain. Diantaranya adalah meminta bantuan kepada komite sekolah selaku wakil dari orang tua dan murid di sekolah tersebut.

gtt-dan-gwb-masih-dipandang-sebelah-mata

Bagi sekolah yang masih membutuhkan tenaga kependidikan, sedangkan kebijakan pemerintah melarang kepala sekolah untuk mengangkat seorang GTT atau GWB, maka akhirnya ketua komitelah yang membuatkan Surat Keputusan Pengangkatan Guru Wiyata Bhakti atau SK GTT. Hal ini dilakukan karena kebutuhak sekolah yang mendesak dan berbagai kepentingan lain yang memerlukan keberadaan Guru Tidak Tetap atau Guru Wiyata Bhakti.

Mengapa GTT dan GWB masih dipandang sebelah mata?

Beberapa alasan yang berkembang di lingkungan pendidikan tentang keberadaan GTT dan GWB pun beragam. Kami mencoba merekam beberapa alasan dari berbagai kalangan guru dan kepala sekolah yang kami rangkumkan sebagai berikut;

  1. GTT dan GWB masih belum memiliki payung hukum yang jelas dari Kepala Sekolah atau Pemerintah.
  2. GTT dan GWB ada sebagian yang masih belum memiliki kualifikasi pendidikan strata 1 / D IV.
  3. GTT dan GWB masih belum teruji keahlian atau keprofesionalannya dalam bertugas sebagai guru.
  4. Masih ada GTT dan GWB yang hanya menjadikan tugas sebagai guru di sekolahan sebagai tugas sampingan atau pekerjaan sampingan
  5. Adanya rasa iri terhadap kemampuan GTT dan GWB yang melebihi kemampuan dan keahlian dari Guru Pegawai Negeri Sipil.
  6. GTT dan GWB masih dianggap belum berpengalaman.
  7. Gaji atau Honor GTT dan GWB yang masih kecil.

Beberapa alasan di ataslah yang berhasil kami kumpulkan dari beberapa guru dan kepala sekolah yang kami temui.

Tips Agar GTT dan GWB tidak dipandang sebelah mata.

Mungkin bisa ia atau bisa tidak. Kamu sebagai guru tidak tetap atau guru wiyata bhakti mungkin menjadi salah satu guru yang dipandang sebelah mata. Dari ulasan 7 alasan mengapa GTT dan GWB masih dipandang sebelah mata diatas, kami mencoba memberikan tips agar kamu sebagai guru non pns tidak dipandang sebelah mata

  1. Hiraukan saja kalau ada orang yang iri terhadap kemampuan dan keahlian kamu
  2. Jangan biarkan gunjingan dan cemoohan guru atau kepala sekolah lain mempengaruhi kinerja kamu di sekolahanmu
  3. Tunjukkan dedikasi, loyalitas, integritas, kemampuan, dan keahlian kamu seoptimal mungkin
  4. Walaupun belum memiliki payung hukum yang jelas dari pemerintah, niatkan saja bahwa kamu adalah guru yang mengabdikan diri pada pendidikan
  5. Berusahalan untuk bisa mengikuti pendidikan S1 di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Agar kamu bisa mengajar sesuai dengan bekal ijazah Akta IV/S1 yang kamu dapat dari Universitas kamu.
  6. etap berkarya, berinovasi, dan berkreasi agar kamu tetap menjadi GTT dan GWB yang profesional.
  7. Walaupun gaji atau honor yang masih kecil, jangan berkecil hati. Masih banyak cara untuk mendapatkan penghasilan yang lebih selain bekerja sebagai GTT atau GWB. Semisal sepulang sekolah kamu bisa mengajar di rumah / buka LES PRIVAT bagi anak-anak sekolah di sekitarmu. Dan masih banyak lagi yang lainnya.


Baiklah ulasan tentang GTT dan GWB di atas ini, kami sajikan sebagai artikel pelengkap di blog keguruan kami yaitu di blog RIFQI GURU. Semoga ulasan di atas memberikan manfaat yang berlimpah bagi kamu yang berkunjung dan bagi saya yang menulis artikel di atas. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, mohon dimaafkan. Terimakasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Inilah beberapa alasan mengapa GTT atau GWB masih dipandang sebelah mata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel