14 Tipe Karakter Kepala Sekolah di sekolah - Rifqi Guru -->

14 Tipe Karakter Kepala Sekolah di sekolah

Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Tentu sebelum seorang guru di sekolah negeri bisa menjadi kepala sekolah, mereka harus melalui tes dan ujian terlebih dahulu dalam proses seleksi.

Sayangnya minat menjadi kepala sekolah di sekolah negeri khususnya di sekolah dasar, masihlah kurang. Sehingga terkadang di jumpai di suatu kecamatan ada kepala sekolah yang merangkap tugas di sekolah lain untuk melengkapi kekurangan jabatan kepala sekolah.
Setelah mereka lulus dari tes dan ujian calon kepala sekolah, mereka kemudian akan mendapatkan surat tugas pengangkatan menjadi seorang kepala sekolah dari Bupati / Wali Kota.

Dengan karakter dan latar belakang kepala sekolah yang berbeda-beda, praktik di lapangan terkadang bisa membuat watak karakter kepala sekolah berubah drastis. Alias tidak sama seperti mereka menjadi seorang guru biasa. Untuk itu kami mencoba memberikan beberapa ulasan tentang karakter-karakter yang pernah saya temui dan alami selama menjadi seorang guru.
Postingan ini hanyalah sebagai cerminan saja, bukan untuk menyudutkan profesi jabatan sebagai kepala sekolah. Jadi, apabila postingan ini kurang berkenan, kami mohon maaf.

14-tipe-karakter-kepala-sekolah-di-sekolah

14 Tipe Karakter Kepala Sekolah di sekolah formal

Kepala Sekolah yang Gaptek

Seperti julukannya kepsek Gaptek. Yaitu kepala sekolah yang tidak mau melek terhadap teknologi, terutama dalam bagaimana mengopreasikan laptop secara umum.

Kepala Sekolah yang Tidak Mau Disalahkan

Kepala sekolah tipe ini, walaupun mereka salah mereka tidak mau mengakuinya dan tidak mau disalahkan. Sehingga terkadang mereka melemparkan kesalahannya kepada bawahannya yaitu guru atau staf karyawan. Walaupun sudah salah tetap ngotot, bahkan menantang seorang guru dengan berargumen. Harusnya begini loh pak, bu, begitu loh pak bu.


Kepala Sekolah yang Tidak Adil

Menjadi seorang yang adil memang sulit, tetapi minimal kita mau berusaha untuk bisa adil. Memang kadar keadilan di mata seseorang itu berbeda-beda. Jika seorang kepala sekolah dianggap tidak adil, oleh guru staf karyawan, disanalah nanti akan muncul konflik internal di sekolah.
Entah itu antara kepala sekolah dengan guru atau bahkan sesama guru staf karyawan.

Kepala Sekolah yang Hanya Memerintah

Memerintah dalam arti, mereka sebagai kepala sekolah hanya memberikan perintah saja. Tanpa memberikan tauladan yang sesuai dengan jabatan mereka. Memang benar, sebagai kepala sekolah memiliki hak untuk memerintah bawahannya, dalam hal ini guru staf dan karyawan.
Tetapi terkadang saya menemui kalau seorang kepala sekolah, yang hobinya "Pak Bu silahkan ini itu, dan lain-lain". Mungkin hal ini juga dijumpai oleh anda sebagai guru atau staf karyawan. Terkadang tipe kepala sekolah seperti ini, mereka mengandalkan jabatannya sebagai tameng.
Saya kan kepala sekolah, sudah kewajiban dan hak saya untuk memberikan perintah kepada bawahan saya.

Kepala Sekolah yang Emosional

Emosional disini lebih ke arah marah. Biasanya kepala sekolah yang sering marah, mereka minim ilmu. Saya berani mengatakan itu, karena kemarahan adalah alat terakhir ketika seseorang itu sudah buntu, tidak menemukan jalan keluar atas masalah yang dihadapi.

Kepala sekolah yang sering emosi/marah ini juga bisa dikarenakan faktor mental yang tidak stabil. Entah karena sudah tidak memiliki pendamping hidup, atau pendamping hidupnya long distance, jauh disana. Dan masih banyak sekali faktor yang mempengaruhi seseorang untuk marah.
Tetapi sebagai kepala sekolah, sebagai orang yang dituakan oleh guru staf karyawan di sekolah, tidaklah pantas kalau terlalu sering marah.

Kepala Sekolah yang Tinggi Hati

Tinggi Hati adalah sifat sombong yang kebanyakan dipengaruhi oleh faktor keturunan dan kondisi. Saya pernah menemui, dulu saat jadi guru mereka biasa-biasa saja, sumeh/akrab/friendly dengan guru lain. Tetapi setelah jadi kepala sekolah, seakan mereka menjaga jarak agar tetap berwibawa di hadapan seorang guru atau staf karyawan.

Di Era yang modern ini, seorang kepala sekolah yang tinggi hati mungkin masih ditemui di sebagaian sekolahan. Tipe kepala sekolah yang tinggi hati ini selalu menganggap orang lain berada di bawah. Gue yang ada di atas. Bahkan ketika berargumen, selalu harus argumen dan keinginannya yang diutamakan. Tak peduli pada yang lain.

Kepala Sekolah Karbitan

Karbitan bisa diartikan sebagai instan. Pernahkan anda beli buah yang matang hasil karbit? Enak mana dengan yang matang/masak di pohon? Tentu lebih enak yang masak di pohon kan?
Nah, sama dengan karakter kepala sekolah karbitan. Biasanya ini disebabkan karena mereka belum atau bahkan tidak memenuhi kriteria sebagai kepala sekolah, tetapi karena paksaan disuruh daftar kepala sekolah atau karena alasan lainnya, akhirnya beliau pun mendaftar.
Pada akhirnya bekerjanya pun serba instan. Sing penting rampung, atau sing penting yang lainnya.

Kepala Sekolah yang Idealis

Idealis memang perlu, tetapi yang kurang baik adalah jika seseorang menjadi terlalu idealis. Seperti Bang Haji Rhoma Irama, terrrlaaalluuuu... Hampir semua yang terlalu itu kurang baik.
Kepala sekolah yang terlalu idealis itu sering dikaitkan kalau tidak begini ya tidak. Nah, biasanya bawahan yang akan menjadi kurang nyaman dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Jadi terkesan kaku dalam melakukan apapun. Padahal guru dan staf karyawan juga kan mereka bukan robot.


Kepala Sekolah yang Hanya Penuh Semangat

Kepala sekolah yang penuh dengan semangat apalagi dibarengi dengan ilmu yang kompeten. Jika kepala sekolah pernah menjadi guru wiyata bhakti/GTT, dan juga pernah mengalami hal sulit sebagai seorang guru pegawai negeri sipil dengan golongan rendah, biasanya mereka akan memiliki dedikasi, integritas, dan loyalitas yang tinggi pula.

Kepala sekolah yang semangat dalam memajukan dunia pendidikan, sangat disukai oleh para guru yang semangat pula.

Kepala Sekolah yang Penuh Ambisi

Ambisi, haruslah dibarengi dengan situasi dan kondisi tenaga pendidik dan kependidikan di sekolahan. Apabila yang penuh ambisi hanyalah kepala sekolah, dikhawatirkan jika target yang sudah ditetapkan tidak tercapai, biasanya kepala sekolah tipe ambisi ini akan marah dan menyalahkan guru staf karyawan.

Nah, berbeda jika penuh ambisi tetapi dibarengi dengan kemampuan kepala sekolah itu sendiri, dan guru staf karyawan yang kompeten di bidangnya masing-masing. Pasti hasilnya akan optimal.

Kepala Sekolah yang penuh Strategi

Kepala Sekolah tipe ini memiliki segudang tips dan trik dalam menyelesaikan masalah yang ada. Ini dikarenakan mereka sudah terbiasa dan berpengalaman serta terbuka kepada semua orang. Dengan keterbukaan inilah membuat seorang kepala sekolah bisa menerima banyak ilmu. Terkadang tipe ini, ada yang kepala sekolah pendiam ada juga yang sangat humoris.

Karena tergantung dimana mereka ditempa ilmunya. Beda tempat beda pengalaman, beda juga cara penyelesaian. Strategi yang biasa dipakai juga tidak hanya untuk menyelesaikan masalah internal, tetapi juga dalam mendidik anak biasanya kepala sekolah model ini sangat mahir dalam mendidik siswa-siswinya.


Kepala Sekolah yang Administratif

Kepala sekolah yang tipe administratif, segalanya harus dengan administrasi. Seorang guru yang hendak ijin pun harus menggunakan ijin tertulis. Saya pernah menemui beberapa kepala sekolah model ini. Memang terkesan segalanya harus tertata rapi dan tercatat. Mau pulang lebih awal pun seorang guru harus mencatatnya di buku catatan guru yang sudah disiapkan di meja absensi dan presensi guru.

Memang terkesan ribet dan tidak fleksible. Tetapi ini dipercaya oleh beberapa kepala sekolah, salah satu cara untuk mendidik disiplin administrasi. Sehingga sampai kapan pun sekolah akan memiliki rekaman tertulis terhadap setiap aktivitas yang ada di sekolah.

Kepala Sekolah Humoris

Humoris, mungkin tipe kepala sekolah yang suka bercanda banyak ditemui di sekolahan. Tetapi jarang sekali yang humoris pada tempatnya. Terkadang mereka bisa humoris jika sedang membahas sesuatu yang jorok, atau sesuatu yang kurang bermanfaat. Tetapi ada juga yang bisa menempatkan humoris dalam segala sisi. Biasanya tipe kepala sekolah yang emosional, otoriter, tidak mau disalahkan, idealis, dan administratif, tipe kepala sekolah yang seperti itu akan humoris pada sesuatu yang jorok.

Berbeda dengan kepala sekolah yang memang penuh semangat dan penuh strategi, mereka bisa humoris pada segala keadaan. Bahkan membangun suasana humoris, bukanlah hal yang sulit bagi mereka yang sudah bisa mengendalikan emosi mereka.

Kepala Sekolah yang Cerdas IESQ

Tipe kepala sekolah yang seperti inilah yang mungkin bagi mayoritas guru dan staf karyawan sangat diideolakan. Karena memiliki kecerdasan IESQ, apa itu kecerdasaran IESQ? I = intelektual, E = Emosi, Spiritual S = Spiritual.

Dipercaya bagi sesorang yang bisa menggabungkan secara ideal ketiga kecerdasan inilah yang akan memberikan kemajuan secara fisik maupun mental di sekolahan. Saya pun percaya kepala sekolah yang tipe seperti ini memang sangat sulit ditemukan.

Tetapi minimal adalah seorang kepala sekolah yang mendekati kriterial IESQ ini.

Demikianlah rangkuman tipe-tipe karakter kepala sekolah yang sering dijumpai di sekolahan. 14 tipe kepala sekolah di atas hanyalah sebagai opini saya sendiri, sehingga mungkin ada beberapa hal yang kurang pas dengan pendapat anda. Terimakasih atas kunjungannya, dan terimakasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "14 Tipe Karakter Kepala Sekolah di sekolah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel