Tips Agar Siswa Rajin Piket Kelas - Rifqi Guru

Tips Agar Siswa Rajin Piket Kelas

Piket kelas sudah diatur jadwalnya sesuai kesepakatan di kelas masing-masing. Sayangnya walaupun sudah ada peraturan kelasnya, masih banyak siswa yang tidak melaksanakan tugasnya. Terutama bagi siswa laki-laki. Saya percaya siswa perempuan merasa malu, jika tidak piket. Selain karena karakteristik siswa yang berbeda-beda, juga karena kebiasaan mereka di rumah mempengaruhi mau tidaknya untuk piket kelas bersama teman-temannya. Dilihat dari pentingnya piket kelas bagi siswa, memiliki manfaat yang baik. Diantaranya adalah melatih kerjasama dan kerajinan siswa tersebut dalam kegiatannya di sekolah. Ada juga yang di rumah rajin di sekolah tidak, begitu sebaliknya. Untuk itu saya sengaja ingin memberikan tips bagi guru, untuk mengatasi hal ini. Tentunya diharapkan setelah melakukan tips ini, bisa mengajak siswa untuk bisa rajin piket di kelasnya.

tips-agar-siswa-rajin-piket-kelas


Tips Agar Siswa bisa Rajin Piket di Kelasnya

1. Kesepakatan Kelas

Kesepakatan ini dibuat berdasarkan kesepakatan seluruh warga di kelas tersebut yang selanjutnya menjadi peraturan kelas. Sehingga diharapkan dengan pembuatan peraturan yang disepakati oleh semua siswa, akan memberikan rasa tanggungjawab yang lebih. Dan untuk menghindari centralisasi segala keputusan dan pengelolaan kelas terhadap guru kelas. Tetapi biasanya ini hanya bisa dijalankan di kelas atas. Untuk kelas rendah masih perlu bimbingan guru, atau malahan dibuat oleh guru dengan mempertimbangkan segala aspek yang diperlukan. Dalam kesepakatan kelas bisa berisi tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh siswa di kelasnya. Semisal, kapan harus tiba di sekolah, sanksi bagi siswa yang tidak melaksanakan tugasnya, dan lain-lain.

2. Atur Ulang Jadwal Piket Kelas

Jadwal dibuat agar bisa tertib dalam melaksanakan setiap kegiatannya. Terkadang kita sebagai guru perlu mengatur ulang jadwal piketnya, karena setelah beberapa minggu ternyata porsinya kurang baik untuk pelaksanaan piket. Biasanya disebabkan adanya komplain dari siswa atau kekurang pasan siswa terhadap siswa yang lain dalam regu piketnya. Untuk itu dalam mengatur ulang jadwal piket di kelas perlu mempertimbangkan masukan dari siswa yang sudah lebih dulu mengalaminya selama beberapa minggu bersama kelompok piketnya. Dalam pelaksanaannya baiknya dibuat dengan menghadirkan semua siswa di kelasnya, hingga mencapai kesepakatan.

3. Pemberian Teguran Lisan

Teguran lisan merupakan sanksi yang paling ringan dalam setiap tugas yang tidak diberikan. Untuk itu perlu adanya tindakan ini terhadap siswa yang kurang sportif bahkan tidak  mau piket sama sekali sesuai jadwal yang sudah disepakati. Ada batasan yang perlu diperhatiakn dalam memberikan teguran secara lisan ini, diantaranya gunakanlah kata-kata  yang sopan agar siswa tidak merasa disalahkan sepenuhnya. Dan gunakan pendekatan yang lebih baik, agar mereka sadar bahwa tidak baik kalau tidak piket. Sampaikan juga dampak dari tidak melaksanakan tugas piket di kelas, agar rasa tanggungjawab siswa tersebut muncul, dan menyadari kesalahannya.

4. Monitoring Pelaksanaan Piket

Setiap pelaksanaan kegiatan baik tugas di kelas maupun tugas di luar kelas, perlu adanya monitoring dari guru agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan optimal. Monitoring lebih baik dilaksanakan saat sebelum pelajaran dan di akhir pelajaran sebagai awalan dan evaluasi dari pelaksanaan piket. Mungkin bagi siswa yang sekolah di SMP atau SMA, guru tidak perlu memonitoring kegiatan piket kelasnya, karena dirasa siswa di usia tersebut sudah mampu untuk saling mengawasi dan menghimbau teman satu dengan yang lainnya. Sangat jauh beda dengan siswa di sekolah dasar, terutama di kelas rendah, mereka masih membutuhkan bimbingan yang super optimal dari guru kelasnya agar bisa melaksanakn piket dengan baik dan benar.

5. Timbal Balik

Timbal balik bisa berupa hadiah atau ucapan selamat. Tetapi biasanya jika sekedar ucapan selamat, siswa kurang menghargai atas ucapan tersebut, karena di era abad 21 ini siswa sudah tidak sama seperti saat di tahun 70an, 80an, dan 90an. Yang masih bisa merasa senang dengan ucapan selamat dari guru. Ya walaupun tidak sepenuhnya benar sih, memang ada siswa di zaman sekarang yang masih senang dengan ucapan selamat dari guru, terutama di sekolah dasar di kelas rendah.

6. Lomba Kebersihan Kelas

Lomba kebersihan kelas biasa dilakukan saat class meeting atau jeda kegiatan tengah semester. Tergantung sekolah masing-masing. Lomba ini dimaksudkan untuk menggugah semangat siswa untuk lebih rajin dan semangat untuk piket bersama. Lomba yang seperti ini juga sudah berjalan di tingkat sekolah menengah atas dan sekolah menengah pertama. Kalau di sekolah dasar, mungkin pelaksanaanya sedikit sulit. Berbeda cerita jika sekolah dasar tersebut memiliki kelas yang dalam jumlah banyak. Semisal kelas 6 di suatu SD terdiri dari 4 kelas, dan sebagainya. Sehingga ini akan memacu daya saing yang positif antar kelas.

Semoga membantu para guru yang kesulitan untuk menggalahkan semangat piket bersama di kelasnya. Good Luck.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel