Pesan buat Para GTT dari Rifqi Guru - Rifqi Guru -->

Pesan buat Para GTT dari Rifqi Guru

GTT adalah Guru Tidak Tetap. Sebutan yang tak asing lagi bagi seorang guru yang mengabdikan dirinya di sekolahan. Selain sebutan itu, juga ada lagi yang lain yaitu GWB (Guru Wiyata Bhakti). Ada juga yang menyebutnya sebagai Guru Non PNS. Tetapi kalau untuk non pns lebih luas cakupannya. Karena guru yang bekerja di sekolah swasta juga mereka non pns. Kali ini saya akan berkeluh kesan dan memberikan pesan kepada para sahabat saya yang berprofesi sebagai GTT dimanapun berada.

Pada hakekatnya guru memiliki peran yang penting dalam kemajuan pendidikan suatu bangsa. Sehingga tak heran pemerintah Republik Indonesia tercinta ini memberikan lebih dari 20% dari APBN untuk memberikan dukungannya kepada dunia pendidikan. Walaupun dengan kondisi yang demikian saya pikir itu sudah lebih baik dari pendidikan di saat saya masih kecil. Yang diharuskan membayar ini itu dan lain-lain.


Keluh Kesah sebagai GTT

Saya berwiyata di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Kebumen yang kegiatan sehari-hari hanyalah mengajar. Saya sekarang sudah memiliki anak satu dan istri juga satu. Setelah melakoni profesi sejak 2008 saya sekarang sudah sedikit bosan dengan kegiatan sehari-hari saya yang hanya mengajar. Itu ternyata dikarenakan kegiatan saya hanya di sekolahan saja. Tidak ada les privat di rumah atau kegiatan usaha yang lainnya. Setelah memiliki anak dan istri keadaan keuangan saya pun semakin kurang optimal. Alhamdulillah sejak tahun 2017 di Kabupaten Kebumen ada pemberian bansos untuk para Guru wiyata yang memenuhi kriteria. Dan puji syukur kehadiran Allah Ta'ala saya masuk dalam penerima bantuan sosial tersebut. Jadi ya lumayan bisa buat beli susu anak hehehehe.

Menjadi Guru wiyata setelah tahun 2015, bisa dibilang suatu pengharapan untuk menjadi Guru PNS bisa dibilang tidak ada. Karena terbentur dengan peraturan pemerintah yang melarang mengangkat guru di sekolahan. Walaupun kondisi riil di lapangan sangatlah membutuhkan. Apalagi sekarang  setiap kecamatan untuk Guru Agama saja  hanya memiliki Guru Agama PNS rata-rata 8-11 guru saja. Sedangkan jumlah sekolah dasar di setiap kecamatan lebih dari 20an sekolahan. Untuk itu jangan heran pasti di sejumlah sekolah di tingkat kecamatan di Kebumen, banyak sekolahan yang membutuhkan seorang Guru Agama. 

pesan-buat-para-gtt


Bagi saya rejeki memang sudah dicatat oleh Sang Pencipta, tetapi rejeki itu pun tak datang dengan sendirinya. Kita harus berusaha untuk menjemput rejeki itu. Saya merasa memang belum belum berusaha semaksimal dan seoptimal mungkin untuk menjemput rejeki itu. Sudah bisnis inilah itulah tetapi tetap gagal. Sekarang saya hanya baru mengandalkan pemasukan dari gaji tiap bulan dari sekolah saya dan bansos setiap dua bulan sekali. Serta jika ada yang minta tolong untuk memperbaiki laptop komputer dan printer. Ya sedikit sedikit saya bisa lah memperbaiki asal bukan mesinnya  yang rusak ya hehehe.

Tak bisa dipungkiri kondisi kesenjangan antar guru masih ada baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta. Tetapi alhamdulillah saya berada di sekolah yang memiliki kondisi lingkungan yang baik dan rekan-rekan guru yang dewasa dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada di sekolahan. Terimakasih ya teman-teman. Berbeda dengan beberapa teman di sekolah lain yang antara guru satu dan rekan satu dengan yang lainnya selalu ada perbedaan yang menjadi masalah. Mungkin kita sebagai guru ya harus bisa menahan diri agar tidak menimbulkan masalah. Tetapi karena karakter orang berbeda-beda jadi ya saya tak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya bisa mendoakan semoga rekan-rekan GTT dimanapun berada selalu dalam lindunganNYA dan berkah rejekinya Amin.

Pesan saya Buat Para GTT

Terkadang orang melihat profesi kita sebagai GTT mereka memandang sebelah mata. Untuk itu kita harus bisa membuktikan tentang keprofesionalismean kita dalam mendidik mengajar merencanakan mengevaluasi dan menindaklanjuti setiap kegiatan pembelajaran. Jadi kita harus lebih semangat dari sebelumnya. Mari kita mencoba untuk tidak jadi tong kosong nyaring bunyinya.  Mendingan kita fokus terhadap pekerjaan yang sudah menjadi tugas dan kewajiban kita, daripada meladeni orang yang memang memandang sebelah mata kepada kita. Yakinkan pada diri kita, kalau pasti orang yang mengolok-olok kita entang kapan entah taun berapa pasti mereka membutuhkan kita. Saat itu tiba, kita jangan seperti mereka yang tidak menghargai kita sebagai seorang Guru.

Memang berat menjadi seorang GTT yang tidak memiliki kerabat di sekolahan tersebut, dan ditambah di rumah juga saya hanya tinggal bersama istri dan anak saja. Tetapi saya yakin pasti ada teman-teman GTT yang lebih sengsara dari saya. Sehingga itu akan memberikan motivasi bagi saya untuk tetap bertahan menjadi seorang Guru Tidak Tetap di Sekolah Dasar. Selain itu menjadi Guru juga wasiat dari kedua orang tua saya. Jadi ini menambah keyakinan saya untuk bisa mengabdikan diri terhadap dunia pendidikan. Untuk bisa memotivasi diri kita, lihatlah ke atas jika itu tentang ilmu, dan lihatlah ke bawah jika kita ingin belajar tentang kehidupan.

Sedikit pesan keluh kesah dari saya. Hanya untuk menyalurkan pikiran yang sedang jenuh aja nie. Terimakasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel